20 Oktober 2012

The Ring

Siang ini aku pulang sekolah, naik angkot, dan duduk di sisi sebelah kiri yang dekat pintu. Aku pulang sendirian, ga ada teman ngobrol di angkot, dan aku cuma bisa duduk termenung. Kadang menengok ke jendela dan memperhatikan pemandangan di samping jalan. Sesekali menatap lurus ke depan, melihat hitamnya aspal jalan. Kebanyakan cuma tertunduk dan menekuri sepatu-sepatu yang berjajar di angkot.

            Dan yang menarik perhatianku kali ini adalah cincin. Di seberangku duduk seorang ibu yang kayanya sih PNS. Beliau duduk sembari memangku tasnya, dan kedua tangannya berada di depan tasnya. Kulit ibu itu sawo matang, jadi cincin yang melingkar di jari tengah tangan kanannya terlihat cukup menarik perhatianku.
            Yang pertama melintas di pikiranku, sebenarnya pakai cincin kawin itu di tangan kiri apa kanan? Dulu aku kira itu terpasang di jari manis tangan kanan, tapi setelah dipikir baik-baik, sepertinya itu terpasang di jari manis tangan kiri. Dan aku memutuskan untuk mengenakan cincin kawinku nanti di jari manis tangan kiriku. :)
            Terus, aku teringat sama beberapa temanku yang memang suka pakai cincin di jarinya. Aku bukan tipe anak perempuan yang suka pakai cincin, gelang, dan hal-hal semacam itu di tanganku. Paling banter ya pakai jam tangan. Dan kalau aku pribadi, aku memang ga suka pakai cincin, soalnya aku merasa kalau umur se-aku ini pakai cincin, meski cuma buat fesyen, rasanya ga pas. Di otakku udah terbentuk pikiran kalau cincin adalah sesuatu yang spesial, yang hanya akan aku kenakan setelah menikah nanti. Tapi buat yang suka pakai cincin meski belum nikah, ga ada salahnya kok. ^^v
            Filosofi cincin cukup banyak menurutku. Ingat pas artis Nia Ramadhani menikah dengan pewaris grup Bakrie? Aku ingat, kalau ga salah di masing-masing cincin yang mereka pakai itu ada darah mereka masing-masing, dan dipakai berlawanan —cincin yang ada darahnya Nia dipakai suaminya, dan sebaliknya—. Itu berita yang kudengar, kalau memang benar adanya.
Cincin berarti ikatan. Apalagi dalam pernikahan, cincin bisa disimbolkan sebagai pengikat di antara sang suami dan istri. So sweet banget ga sih~ :3 Apalagi kalau di luar negeri, ada budaya yang cowok melamar kekasihnya sembari berlutut di depan si cewek, tangannya menyodorkan kotak berwarna merah marun yang terbuka dan ada cincin di dalamnya, lalu berkata, “Will you marry me?” Bisa dipastikan kalau yang bilang itu untukku adalah Jung Yunho, aku bakal pingsan atau lebih buruknya mati di tempat. XD

Mari berangan-angan, 10 tahun lagi, atau mungkin kurang, bisa lebih, siapa yang bakal menyematkan cincin itu di jari manis kalian, sembari tersenyum tulus penuh kasih menatap kalian? :)



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

ABOUT ME

Foto saya
Im a HUMANOIDS, not A-N-D-R-O-I-D~! I ♥ TVXQ. Fan of Lee Min Ho. Support VR46. Love watching SHINHWA Broadcast. :) me YUNJAE-shipper. not really into KPOP, but interest in JPOP esp ARASHI. member of GARUDA SIPIL 2013. ALWAYS KEEP THE FAITH!