4 Mei 2013

Kebesaran Hati Seorang Kakak


Siapa yang jadi anak pertama dalam keluarganya? Uuntuk kalian semua tanpa terkecuali, yang jadi anak pertama dan memiliki adik, aku acungi jempol. Salut buat kalian semua, kakak-kakak~! :) Ini serius. Aku kagum banget dengan yang namanya seorang kakak. Aku sendiri anak ke-2, dan punya seorang kakak perempuan.
            Beberapa waktu lalu, suatu hari yang sudah lama berlalu, ketika aku naik angkutan umum di perjalanan pulang, aku merasakan benar betapa seorang kakak memiliki hati yang sangat lapang. Waktu itu aku pulang bareng Fitri, entah Fitri ingat atau tidak. :p
            Jadi, sebermula, ada seorang anak laki-laki, seorang ibu, dan seorang balita perempuan yang tentu saja adalah adik si anak laki-laki. Mereka bertiga naik angkot yang sama denganku dan duduk di depanku. Si Ibu menggendong sang adik. Si adik masih balita kurasa, atau mungkin batita, ah aku sendiri tidak bisa memperkirakan umur bayi. Yang jelas si adik masih digendong oleh ibunya. 
            Sepanjang perjalanan perhatianku tersita kepada mereka dan pikiranku sudah merancang akan menulis kisah ini. ^^
Si kakak memegang sebuah mainan senapan (atau istilah anak-anaknya adalah tembak-tembakan) dari plastik yang berukuran cukup besar. Mainannya masih dibungkus, kurasa baru saja dibeli. Nah, si adik yang tertarik dengan mainan yang dipegang kakaknya, berusaha mengambil mainan tersebut. Sebenarnya kurasa lebih tepat menggunakan kata merebut, karena menurut pandanganku si adik itu ngotot mengambil mainan kakaknya meski si kakak berusaha bersikap egois.
            Si kakak menolak, memegang kuat mainannya, dan protes pada ibunya. Tapi si adik lalu merajuk dan mulai meraung hampir menangis. Si Ibu yang melihat kedua anaknya berebut itu langsung saja melerai dengan mencoba meyakinkan sang kakak bahwa si adik hanya meminjam sebentar dan menyuruh si kakak membiarkan adiknya. Si kakak terdiam dan melihat mainannya ditarik pelan oleh si adik, yang kemudian membuat plastik yang membungkus mainan itu terbuka.
            Bisa kulihat raut wajah kakak yang kecewa dan langsung melapor pada ibunya bahwa plastiknya sudah terbuka. Aku tahu perasaan itu. Mungkin sama dengan perasaan ketika kado milik kita malah dibuka oleh orang lain. Si Ibu menanggapi ringan saja dengan berkata toh nanti juga dibuka. Si kakak terdiam lagi dan hanya bisa mengalah untuk adiknya.
            Aku dapat merasakan bagaimana gondoknya ketika melihat sesuatu yang menjadi milik kita disentuh oleh orang lain padahal kita sendiri tidak ikhlas untuk menyerahkannya. Terdengar egois memang, tapi aku merasa hal seperti itu perlu sepanjang itu untuk melindungi apa yang kumiliki.
            Dan dari kejadian itu aku belajar bahwa seorang kakak memiliki hati yang sangat lapang dan dengan berbesar hati mau mengalah pada adiknya. Mungkin dalam hati kakak sendiri merasa kesal, tapi setidaknya yang terlihat di mata kita sebagai adik adalah kakak yang baik hati yang mau mengalah demi adiknya. Aku sendiri sebagai seorang adik menyadari, aku tidak mempunyai kebesaran hati seorang kakak seperti itu, dan sepertinya itulah yang menjadikanku tidak terlalu menyukai anak-anak di bawah 10 tahun.
            Maka dari itulah, untuk semua orang yang menjadi kakak, aku sangat bangga pada kalian semua. Kalian adalah orang-orang hebat yang dipilih khusus oleh Tuhan untuk menjadi seorang kakak, yang menurutku sama sekali tidak mudah. :) Dan terkhusus untuk Cici Lina, terima kasih untuk segalanya. :) Kalau dihitung, aku berhutang banyak sekali pada Ci Lina. Maaaf ya kalau aku sering jadi anak yang menyebalkan. Terima kasih untuk semua kenangan indah yang sudah Ci Lina berikan untukku. Love you my sister~~ <33 p="">


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

ABOUT ME

Foto saya
Im a HUMANOIDS, not A-N-D-R-O-I-D~! I ♥ TVXQ. Fan of Lee Min Ho. Support VR46. Love watching SHINHWA Broadcast. :) me YUNJAE-shipper. not really into KPOP, but interest in JPOP esp ARASHI. member of GARUDA SIPIL 2013. ALWAYS KEEP THE FAITH!