16 Agustus 2012

#1 Dad always care of me


Cerita dengan tokoh utama aku dan Papi ga bakal cukup dibuat dwilogi, trologi, atau apa pun itu. Dibandingkan sama sinetron fenomenal Cinta Fitri juga pasti beda jauh, ini akan melebihi 7 season. Percaya deh, ini serius.
            Banyak kisah sepanjang 16 tahun aku hidup di dunia yang fana ini. Kisah antara aku dan Papi juga sama banyaknya dengan bulu Hiro dikalikan jumlah kutunya dan ditambah jumlah giginya, atau mungkin lebih.
            Salah satu kisah yang paling berkesan adalah cerita saat bulan puasa. Eit jangan salah, cerita ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan rohani, cuma sekadar cerita biasa.
            Jadi, pada suatu sore di bulan puasa tahun lalu, aku punya rutinitas baru di tiap hari Minggu dan Selasa, yaitu berangkat les matematika @ Pak Darnuji’s house pukul 16.00 WIB. Dan sore itu, di awal bulan puasa, aku membuat sebuah rencana yang akan menjadi hal paling mengasyikan yang akan aku lakukan sepanjang bulan puasa ini. Rencana itu adalah. . . . .Berangkat les naik sepeda!


            Banyak manfaatnya nih. Menghemat bensin, mengurangi polusi udara, soalnya biasanya kan aku berangkat les diantar naik sepeda motor. Selain itu juga buat program pengurusan badan. lolz~
            Awalnya aku berangkat naik sepeda, Mami fine-fine saja, Papi juga kayanya oke-oke saja. Aku sudah siap dengan tas selempang hijau kesayangan -dulu hadiah dari Cici Lina ^^- dan jaket hitam D’QLLERZ. Yo, berangkat!
            Melalui jalan beraspal, aku mengayuh sepeda di bawah terik matahari senja. Dari rumah cuma butuh waktu sekitar 5 menit buat sampai di rumahnya Pak Darnuji dengan sepeda santai.
            Sesampainya disana, kehadiranku dengan sepeda ontel menjadi cukup fenomenal dan sanggup membuat Pak Darnuji dan teman-teman disana kaget. Kaget yang positif, maksudnya mereka apresiasi juga ke aku. :)
            Nah, aku langsung bergabung sama anak-anak yang lagi duduk-duduk dulu di depan bercengkrama dan ngobrol ngalor-ngidul. Semua berjalan aman dan selamat juga menyenangkan sampai tiba-tiba deru mesin motor memecah keramaian. Sedetik kemudian muncul motor vario pink beserta pengendaranya pria berkulit hitam yang kukenal dengan sangat baik. Itu Papi!
            Usut punya usut, ternyata maksud kedatangan Papi adalah untuk memastikan kalau aku sampai dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Setelah itu Papi langsung pulang. Aigoo appa~
Untuk beberapa menit kemudian, aku menjadi olok-olok oleh teman-teman. Hm, mungkin bukan olok-olok tapi sindiran. Jujur, waktu itu aku agak emosi melihat tindakan Papi. Bukannya ga suka diperhatikan seperti itu, tapi menurutku yang dilakukan Papi waktu itu sudah berlebihan. Oh, Dad, come on, I’m 16 years old, and I’m a good enough for ride my bicycle…alone!
Sampai di rumah aku sempat protes dan mengeluh sama Mami soal insiden yang cukup bikin aku malu di depan teman-teman. Tapi Mami menanggapi dari sisi yang sama dengan Papi, jadi itu ga menghiburku sama sekali.
            Hari demi hari berlalu sejak itu. Meski setelah itu Papi ga lagi menyusulku, tapi memori itu masih lekat dalam ingatan. Hingga akhirnya aku sadar, kalau Papi sangat menyayangiku dan selalu ingin menjagaku.
‘I know. Dad always love me and take care of me. But sometimes, I can’t understand the way you express your love to me. I’ll try to understand you, Dad. And thank a lot for your love. I love you, Dad, I love you more than myself.’




0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

ABOUT ME

Foto saya
Im a HUMANOIDS, not A-N-D-R-O-I-D~! I ♥ TVXQ. Fan of Lee Min Ho. Support VR46. Love watching SHINHWA Broadcast. :) me YUNJAE-shipper. not really into KPOP, but interest in JPOP esp ARASHI. member of GARUDA SIPIL 2013. ALWAYS KEEP THE FAITH!